Pengaruh Media Massa Terhadap Perkembangan Anak


Media massa seperti surat kabar, majalah, televisi, internet dan radio sering dijadikan objek studi, karena memang dipandang sebagai suatu institusi penting dalam masyarakat. Asumsi itu ditopang oleh beberapa alasan, bahwa:
  1. Media merupakan industri yang berubah dan berkembang, yang menciptakan lapangan kerja, barang dan jasa, serta menghidupkan industri lain yang terkait. Media juga merupakan industri tersendiri yang memiliki peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya
  2. Media massa merupakan sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat, yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lainnya
  3. Media adalah wadah yang menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat, baik yang bersifat nasional maupun internasional
  4. Media seringkali berperan dalam mengembangkan kebudayaan, juga tata cara, mode, gaya hidup dan norma-norma
  5. Media telah menjadi sumber dominan, bukan saja bagi individu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial, tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif. Media juga turut menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian normatif yang dibaurkan dengan berita dan hiburan.
Pentingnya media massa, membuat peranannya begitu kuat dan hebat dalam mempengaruhi manusia. Manusia begitu tergantung pada media, hingga sampai ke urusan hidup sehari-hari. Media massa, seakan telah menjadi faktor penentu kehidupan manusia. Efek yang ditimbulkan oleh media itu sangat nyata dan jelas. Besarnya pengaruh media massa, menimbulkan efek pada kehidupan manusia. Karena itulah, efek yang ditimbulkan media massa menjadi perhatian para ahli.

Hasil gambar untuk pengaruh media massa terhadap perkembangan anakDalam banyak penelitian psikologi sosial terdahulu, media memang digambarkan sebagai salah satu medium penyampaian pesan yang efektif. Hogg menggambarkan bahwa media massa punya peran yang besar dalam mempengaruhi masyarakat (Hogg, 2011), dan penyataan ini didukung oleh penelitian jangka panjang yang dilakukan Kellstedt (2003), selama 10 tahun ini menunjukkan perubahan sikap yang cukup besar terhadap isu ras kulit hitam vs kulit putih di Amerika Serikat, yang diperoleh berkat bantuan media massa.

Impressonable years adalah usia dimana kemungkinan perubahan sikap semakin mudah untuk terjadi. Sebuah penelitian yang meneliti mengenai hubungan antara tendensi perubahan sikap akibat pemberian pesan persuasif dengan rentang usia, ditemukan bahwa proses perubahan sikap ini lebih mudah terjadi pada subjek dengan jangkauan perkembangan dewasa dini ke bawah (Visser & Krosnick,1998).
Dampak media massa juga besar didalam pembentukan sikap pada anak – anak, contohnya mereka yang menonton iklan minimal dua kali sehari cenderung akan menganggap sereal berlapis gula lebih sehat dibandingkan dengan anak – anak yang tidak menonton sama sekali atau hanya menonton sekali sehari, menunjukkan peran media massa yang sangat besar dalam pembentukan sikap (Atkind, 1980).
Masyarakat Indonesia pernah dibuat gempar dengan kasus kematian seorang anak kecil yang dipukuli oleh teman sebayanya karena temannya itu bermaksud untuk menirukan gaya berkelahi yang pernah ia lihat di salah satu film yang ditayangkan televisi. Kasus itu menyorot perhatian masyarakat dan membuat peninjauan ulang terhadap program-program yang ditayangkan televisi. Namun, peristiwa tersebut kembali terulang lagi. Video kekerasan yang dilakukan siswa SD Pringsurat 1 Temanggung, Jawa Tengah, baru-baru ini menghebohkan masyarakat indonesia. Dalam video itu, seorang anak perempuan sedang dikeroyok oleh empat anak laki-laki yang notabene anak SD. Aksi kekerasan yang dilakukan anak SD itu sangat memprihatinkan, karena seharusnya mereka bersikap jauh lebih lembut selayaknya anak-anak. Kemungkinan penyebab peristiwa ini adalah kurangnya pengawasan orangtua pada anak terhadap lingkungan serta media massa seperti televisi dan permainan online yang terdapat unsur kekerasan didalamnya, karena anak-anak pada umumnya belum paham akan isi media massa.

Anak merupakan dalam tahap kritis untuk memahami dunia berdasarkan bentuk konrit yang mereka lihat, informasi yang ia lihat dari dunia sekitarnya merupakan masukan yang akan mempengaruhi caranya dalam menjalankan hidup kedepannya. Oleh karena itu, para orangtua maupun para calon orangtua diharapkan lebih memperhatikan perkembangan anak mereka, mengawasi anak-anak dari pengaruh lingkungan yang buruk dan pengaruh negatif dari media massa.


Referensi :
http://www.kompasiana.com/sitiyunitoh/pengaruh-media-massa-terhadap-perilaku-anak_54f95102a33311ab068b4b3b
http://www.jasapsikologiindonesia.com/pengaruh-media-massa-untuk-perkembangan-anak/
https://id.wikipedia.org/wiki/Efek_media

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Karakteristik Media Sosial

Another Weird Story

Improving Public Transportation to Reduce Congestion